Untuk anggota Majelis Qur'an
Uus Mauludin 30 Januari jam 11:18 Balas
“Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)”. (TQS. An Nisa (4):41).
Imam Ibnu Katsir rohimahulloh menyebutkan hadits yang yang berkaitan dengan ayat diatas sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Al Bukhori dan Imam Muslim dari Abdullah bin Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu berkata bahwa Rosululloh shollalohu ‘alaihi wasallam bersabda; “Bacakanlah Al Quran kepadaku”. Aku menjawab; “Bagaimana aku membacakan al Qur’an kepadamu? Sedangkan Al Qur’an diturunkan kepadamu”; beliau bersabda; “Benar akan tetapi aku sangat mencintai untuk mendengarkan dari selainku, maka aku bacakan surat An nisa sampai fakaifa idza ji’na min kulli ummatin bisyahiid…..(An Nisa 4:41) kemudian Rosulloh bersabda cukuplah sekarang”. Ketika aku lihat berlinang kedua air matanya.
Ibnu Batthol mengatakan mendengarkan Al qur’an dari yang lain merupakan sunnah, dan hal itu akan mendorong pendengarnya lebih memahami dan menikmati tadabburnya terhadap Al Qur’an karena dia tidak disibukkan dengan membaca dan memperhatikan hukum hukum bacaannya (Fathul Bari 9/117), mendengarkan Al Qur’an ( sima’an/Tasmi’ Al Qur’an ) merupakan hal yang sangat dianjurkan dan kebiasaan para salafush sholih.
Diantara faidah mendengarkan al Quran adalah sehatnya jiwa raga.
Pada tahun 1960, ilmuwan Swiss yang bernama Hans Jenny, dan pada tahun 1974, peneliti Fabien Maman dan Sternheimer mengumumkan penemuan mengejutkan. ereka menemukan bahwa setiap organ tubuh itu memiliki sistem vibrasinya sendiri, sesuai dengan hukum fisika. Beberapa tahun kemudian, Fabien dan Grimal serta peneliti lain mengungkapkan bahwa suara dapat memengaruhi sel-sel, khususnya sel kanker, dan bahwa suara-suara tertentu memiliki efek yang lebih kuat. Hal ajaib yang ditemukan dua peneliti itu adalah bahwa suara yang memiliki efek paling kuat pada sel-sel tubuh adalah suara manusia itu sendiri!
Peneliti ini menyatakan, ‘Suara manusia memiliki nada spiritual khusus yang membuatnya menjadi sarana pengobatan yang paling kuat.’ Fabien menemukan bahwa beberapa suara dapat menghancurkan sel-sel kanker, dan pada waktu yang sama dapat mengaktifkan sel-sel yang sehat. Dr. Ahmad Al Qodhi (ketua dewan pengurus institute pendidikan dan riset kedokteran Islam di Amerika ) menemukan kesimpulan dalam risetnya bahwa bacaan Al Quran memiliki pengaruh hingga 97% terhadap fisiologis dan psikologis manusia. Walluhu 'alam.
Dikutip dari FB Group Majelis Al-Qur’an
Tuesday, February 2, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment