MASJID ASH-SHOFA

Masjid Ash-Shofa terletak di Perumahan Puri Anggrek Mas - DEPOK. Sebuah masjid kecil yang senantiasa belajar untuk memuliakan Allah Subhanahu-wa-ta'ala. Apabila Anda teringat dengan nama Masjid Kubah Emas, bukan bermaksud membandingkan fisiknya, inilah penanda yang paling gampang, bahwa letak masjid kecil ini sekitar 1 kilometer ke arah kota Depok dari masjid yang indah dan fenomenal itu.
Kontak e-mail: pengajian.puri@gmail.com

Wednesday, August 10, 2011

RANGKUMAN KULTUM TARAWIH, SELASA 9 RAMADHAN 1432H


Oleh : Ustadz Rusfendy Nur, SAg

Shalat Tarawih adalah suatu ibadah istimewa yang tidak ada ibadah seperti itu di bulan lain.

Keutamaan Shalat Tarawih
Pertama, akan mendapatkan ampunan dosa yang telah lalu. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759). Yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah shalat tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh An Nawawi. (Syarh Muslim, 3/101)

Hadits ini memberitahukan bahwa shalat tarawih bisa menggugurkan dosa dengan syarat karena iman yaitu membenarkan pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala dari Allah, bukan karena riya’ atau alasan lainnya. (Fathul Bari, 6/290)

Yang dimaksud “pengampunan dosa” dalam hadits ini adalah bisa mencakup dosa besar dan dosa kecil berdasarkan tekstual hadits, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnul Mundzir. Namun An Nawawi mengatakan bahwa yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah khusus untuk dosa kecil. (Lihat Fathul Bari, 6/290)

Kedua, shalat tarawih bersama imam seperti shalat semalam penuh.

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda,

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ 447 mengatakan bahwa hadits ini shahih). Hal ini sekaligus merupakan anjuran agar kaum muslimin mengerjakan shalat tarawih secara berjama’ah dan mengikuti imam hingga selesai.

Ketiga, shalat tarawih adalah seutama-utamanya shalat.

Ulama-ulama Hanabilah (madzhab Hambali) mengatakan bahwa seutama-utamanya shalat sunnah adalah shalat yang dianjurkan dilakukan secara berjama’ah. Karena shalat seperti ini hampir serupa dengan shalat fardhu. Kemudian shalat yang lebih utama lagi adalah shalat rawatib (shalat yang mengiringi shalat fardhu, sebelum atau sesudahnya). Shalat yang paling ditekankan dilakukan secara berjama’ah adalah shalat kusuf (shalat gerhana) kemudian shalat tarawih. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Quwaitiyyah, 2/9633)

Pahala Puasa Langsung Diterima dan Dibalas Allah SWT.

“Setiap amalan anak cucu Adam dilipatgandakan. Satu kebajikan dilipatgandakan 10 kali sampai 700 kali lipat, kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku dan Akulah yang akan langsung membalasnya. (HR Muslim).

Panggilan untuk Berpuasa tidak untuk Semua Orang.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS 2:183].

(Penjelasan berikut ini diikutipkan sebagai pelengkap materi dari situs http://www.al-ikhwan.net /ramadhan-menjadikan-hamba-rabbani-80/]

TAFSIR AYAT ( تفسير الأية ) :

- Wahai orang-orang yang beriman: Pengkhususan [2] panggilan ALLAH SWT pada orang-orang yang beriman pada ALLAH & Rasul-NYA & membenarkan keduanya [3]. Keistimewaan karena dipanggil dengan nama tertinggi.
- Kutiba ‘alaykum: Bahwa kewajiban tersebut nisbatnya adalah kepada ALLAH SWT. Ayat ini dicantumkan setelah 2 ayat “kutiba” lainnya, yaitu ayat penegakan syariat qishash (QS 2/178) & ayat wasiat (2/180) [4].
- Kama kutiba ‘alalladzina min qablikum: Sebagaimana telah diwajibkan kepada ummat sebelum kita, seperti Maryam as yang shaumnya juga tidak boleh berbicara (QS 19/26) sama sekali [5], shaumnya Thalut as hanya boleh minum seteguk air saja (QS 2/249) sehingga yang mampu bertahan hanya 309 orang saja [6]. Demikian pula puasa selang sehari Nabi Daud as [7], dan puasa ummat Muhammad SAW sebelum turunnya QS 2/187 [8].
- La’allakum tattaqun: Bahwa puasa itu haruslah mencapai derajat taqwa dan taqwa artinya mensucikan jiwa (tazkiyyah-nafs) dari kotoran & kemaksiatan [9].
-------------
Jadi, yang dipanggil untuk berpuasa adalah orang-orang Islam yang berkualitas tinggi ...”hai orang2 yang beriman”.

Orang-Orang Yang Berpuasa Diutamakan oleh Allah
Orang yang berpuasa akan dipandang oleh Allah; orang yang dipandang akan diberi kasih sayang Allah; orang-orang yang dikasihi Allah akan diampuni dosanya; dan orang-orang yang diampuni dosa-dosanya akan dimasukkan ke dalam surgaNYA.

Dalam sebuah riwayat lainnya dikatakan, “Allah ‘azza wa jalla berfirman (yang artinya), “Setiap amalan adalah sebagai kafaroh/tebusan kecuali amalan puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku.”

Sufyan bin ‘Uyainah mengatakan, “Pada hari kiamat nanti, Allah Ta’ala akan menghisab hamba-Nya. Setiap amalan akan menembus berbagai macam kezholiman yang pernah dilakukan, hingga tidak tersisa satu pun kecuali satu amalan yaitu puasa. Amalan puasa ini akan Allah simpan dan akhirnya Allah memasukkan orang tersebut ke surga.”

Jadi, amalan puasa adalah untuk Allah Ta’ala. Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang pun mengambil ganjaran amalan puasa tersebut sebagai tebusan baginya. Ganjaran amalan puasa akan disimpan bagi pelakunya di sisi Allah Ta’ala. Dengan kata lain, seluruh amalan kebaikan dapat menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan oleh pelakunya. Sehingga karena banyaknya dosa yang dilakukan, seseorang tidak lagi memiliki pahala kebaikan apa-apa.

Ada sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa hari kiamat nanti antara amalan kejelekan dan kebaikan akan ditimbang, satu yang lainnya akan saling memangkas. Lalu tersisalah satu kebaikan dari amalan-amalan kebaikan tadi yang menyebabkan pelakunya masuk surga.

Wallahu a’lam.*

No comments: