Judul: Memelihara Hidayah dan Inayah
Penceramah : Ustadz Enang Z. Mutaqien
Alhamdulillah kita masih bertahan sampai dengan hari ke 11. Biasanya pada awal Ramadhan jamaah penuh [Pengurus Masjid mohon maaf ]tapi, makin hari makin berkurang. Orang-orang yang mampu bertahan puasa sampai puncaknya. itulah yang mendapat keberuntungan.
Untuk memelihara hidayah yang ada di dalam diri kita, seringkali kita berdoa :
Rabbana la tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wa hablanaa milladungka rahmatan innaka antal wahhaab.
Artinya: Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi Rahmat. [QS Ali ‘Imran : 8]
Mohon agar hidayah tidak dicabut kepada kita; Allah tidak memberikan hidayah pada orang yg dicintai Rasul, tetapi kepada siapa saja yang dikehendakiNYA.
Hidayah = petunjuk = sirotol mustaqim. Orang yg sudah memeluk Islam dapat dikatakan sudah mendapat hidayah. Orang-orang yang benar, para syuhada, dan orang-orang yang soleh, adalah mereka yang mendapat sirotol mustaqim. Bagaimana memeliharanya?
Dalam hadits Qudsi: “Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah”. (HR. Al-Baihaqi) - Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press
Siapa orang yg sabar:
1. a) Jika ditimpa musibah mengucapkan Innalillahi.
b) Rajin berusaha untuk mengatasi kesulitan2 hidupnya ....
c) Sabar dalam mengahadapicobaan
d) Sabar dalam melaksanakan pengabdian pada Allah
e) Sabar dalam mencegah diri dari perbuatan maksiat.
Allah berfirman:
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar [155]. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”[Artinya: Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali. kalimat ini dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil [156].. mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk [157] (QS. Al Baqarah [2]:155-157).
2. Syukur apabila diberi
Sabar dan Sukur seperti 2 sisi mata uang. Tidak dapat berdiri sendiri; hanya bersyukur tapi tidak bersabar, atau hanya bersabar tapi tidak bersyukur. Keduanya harus seiring, sebagaimana Allah berfirman: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“. (QS. Ibrahim [7]: 14).
3. Jika didzolimi kita mampu memaafkan.
Allah berfirman : “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh. Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (QS Al-A’raf [7]: 199-201)
Sebaik2 orang yg bersalah adalah memaafkan dan lebih baik lagi adalah orang yang mampu memaafkan terhadap orang yang men-dzolimi dirinya.
4. Bertobat atas kedzoliman yg dilakukan.
“Setiap anak Adam memiliki kesalahan (dosa). Dan sebaik-baik orang yang bersalah, adalah orang yang bertaubat.”(HR at-Tirmidzi).
Sebagaimana firmanya dalam surat Al-Baqarah: 222, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."
Pada hakekatnya, setiap orang yang berbuat baik adalah untuk dirinya sendiri, demikian juga orang-orang yang dzolim adalah untuk dirinya sendiri.
Dan akhirnya, berdo’alah pada sepertiga malam, karena pada saat itu Allah turun ke langit dunia, mendengarkan doa orang-orang yang minta kepadaNYA, sebagaimana hadits Qudsi berikut ini :
Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda: “Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku berikan, dan siapa yang yang memohon ampun kepadaKu, maka akan Aku ampuni”. [HR. Bukhari: 1145 dan Muslim: 758]
Wallahu'alam ..!
Friday, August 12, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment