Judul: Mengamalkan Al-Qur’an
Penceramah : Ustadz Syaiful Anwar
Bulan Ramadhan adalah bulan yang suci, salah satu alasannya karena pada bulan ini diturunkannya Al-Qur’an.
Quran berarti bacaan; berarti juga dibaca; maka Al-Quran tidak hanya sebagai bacaan, tatapi selalu dibaca oleh umat manusia.
Dalam surat Al-Baqarah: 2, disebutkan “Dzaalikal kitaabu la raiba fiih(i) hudal lil mutaqiin(a)” yang artinya Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi merekas yang bertaqwa.
Maknanya, Al-Quran berisi kebenaran yang otentik dan juga bersiraf mu’jijat.
Ramadhan oleh karenanya disebut juga syahrul Quran; bulan di mana banyak dibaca Al-Quran.
Dan tentu saja dengan membaca, orang akan mempelajari, mengerti dan mengamalkan Al-Quran.
Orang yang sering membaca tentu berbeda dengan orang-orang yang tidak pernah membaca Al-Quran. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa:
Orang yang Baca Al-Quran dengan Yang Tidak Baca Berbeda
Salah satu hadits secara tegas membandingkan orang yang membaca Al-Quran dengan yang tidak membaca Al-Quran.
Perumpamaan-perumpamaan:
- orang beriman yang membaca Al-Quran seperti buah yang baunya harum dan rasanya lezat;
- orang beriman yang tidak membaca Al-Quran seperti buah yang tidak berbau tapi rasanya lezat;
- orang munafik yang membaca Al-Quran seperti buah yang baunya harum tapi rasanya pahit;
- orang munafik yang tidak membaca Al-Quran seperti buah yang tidak berbau dan rasanya pahit.
Dari Abu Musa Al-Asy`arit berkata, Rasulullah bersabda, "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur`an bagaikan buah limau baunya harum dan rasanya lezat. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur`an bagaikan kurma, rasanya lezat dan tidak berbau. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur`an bagaikan buah raihanah yang baunya harum dan rasanya pahit, dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur`an bagaikan buah hanzholah tidak berbau dan rasanya pahit." (HR Bukhari dan Muslim)
Dari hadits ini jelas sekali bahwa sekedar membaca Al-Quran atau tidak membaca sudah membedakan kedudukan seseorang. Berarti ada nilai tersendiri untuk sekedar membaca Al-Quran. Apalagi mengamalkan kandungan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Wallahu’alam.
Monday, August 15, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment