MASJID ASH-SHOFA

Masjid Ash-Shofa terletak di Perumahan Puri Anggrek Mas - DEPOK. Sebuah masjid kecil yang senantiasa belajar untuk memuliakan Allah Subhanahu-wa-ta'ala. Apabila Anda teringat dengan nama Masjid Kubah Emas, bukan bermaksud membandingkan fisiknya, inilah penanda yang paling gampang, bahwa letak masjid kecil ini sekitar 1 kilometer ke arah kota Depok dari masjid yang indah dan fenomenal itu.
Kontak e-mail: pengajian.puri@gmail.com

Monday, August 15, 2011

RANGKUMAN KULTUM TARAWIH, MINGGU 14 RAMADHAN 1432H

Judul : Antara Angan2 dan Harapan
Penceramah : Ustadz Aulia A. Fattah SAg.

Di dalam sebuah bukunya, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa sesuatu keinginan dapat disebut sebagai HARAPAN jika sebab2 dan wasilah2 untuk memenuhi keinginan tersebut sudah dipenuhi; sebaliknya jika belum dipenuhi, keinginan tersebut hanyalah ANGAN-ANGAN.

Contoh HARAPAN adalah orang-orang yang ingin mencapai derajad taqwa melalui ibadah puasa, maka wasilah2nya harus dipenuhi, antara lain adalah amalan2 puasa sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, seperti Qiyamullail, Tadarus Al-Quran, Shadaqah, Memberi Makan Orang yang Puasa, Umrah, dll. Di samping dalam melaksanakan puasa dengan penuh keikhlasan, hanya semata-mata untuk Allah SWT.

Puasa bertujuan untuk mencapai derajad ketaqwaan yang istimewa. Puasa adalah sebuah ibadah istimewa dan harus dilalui dengan cara2 istimewa untuk mencapai tujuan yang istimewa.

Dalam sebuah riwayat yang disampaikan oleh Imam Muslim, Rasul Muhammad SAW bersabda “Allah SWT., telah berfirman bahwa seluruh amal perbuatan anak-anak Adam itu untuk dirinya sendiri, kecuali puasa, karena puasa itu untukku, dan Aku akan membalasnya. Puasa itu merupakan perisai, karena itu ketika salah satu diantara hambaku berpuasa hendaklah tidak berbohong atau melakukan perbuatan keji lainnya, dan ketika ada orang yang mencaci atau bahkan menyakiti atau ingin membunuhnya sekalipun, maka cukup katakanlah bahwa saya sedang berpuasa. Dan demi dzat yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, bahwa bau mulut orang yang sedang berpuasa itu diakhirat nanti akan lebih wangi dan harum dibandingkan dengan minyak misk. Bagi orang yang berpuasa itu mempunyai dua kebahagiaan, yakni kebahagiaan ketika dia sedang berbuka puasa dan ketika nanti bertemu dengan Tuhannya di akhirat”. [HR Muslim].

Pahala puasa langsung diterima dan dibalas Allah SWT. Sebagaimana dalam riwayat lainnya, “Setiap amalan anak cucu Adam dilipatgandakan. Satu kebajikan dilipatgandakan 10 kali sampai 700 kali lipat, kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku dan Akulah yang akan langsung membalasnya. (HR Muslim).

Puasa mencapai derajad mutaqin, melalui wasilah2 / sasaran antara.

Allah berfirman: “Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang kepada (agama)-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya”. [QS An Nisaa’: 175].

Apabila seseorang ingin memperoleh ampunan dari Allah SWT, maka harus ada proses sebagai wasilahnya, yaitu upaya untuk memenuhi syarat2 untuk memperoleh ampunan tersebut. Sebagaimana Imam Tirmidzi meriwayatkan hadits (yang menurut penilaiannya hadits itu hasan) dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu ia berkata aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda : “Allah Subhanahu wata’ala berfirman : “Hai anak Adam, jika engkau datang kepadaKu dengan membawa dosa sejagat raya, dan engkau ketika mati dalam keadaan tidak menyekutukanKu dengan sesuatupun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sejagat raya pula”.

Dari isi hadits tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa untuk memperoleh magfirah (ampunan), maka kita harus:
1. Bertauhid, tidak menyekutukan Allah sampai akhir hidupnya.
2. Datang kepada Allah untuk meminta (berdo’a).
Maka barulah HARAPAN tersebut dapat tercapai.

Imam Al Ghazali menganalogikan hati ibarat tanah, iman ibarat benih dan amal ibarat upaya. Maka seseorang yang menanamkan benih keimanan ke dalam hatinya, dan dipelihara dengan amal-amal shaleh, niscaya akan memetik buah HARAPANnya, yaitu menjadi orang-orang yang beruntung.

Rasulullah mencontohkan ketika menghadapi Ramadhan beliau berdoa sejak bulan Sya’ban: “Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban wa balighna Ramadhan"
Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab, Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan (HR. Ahmad dan Thabrani).

Kemudian ketika tiba di bulan Ramadhan, ditanamkan aktivitas ketaatan sepanjang hari, siang dan malam, di bulan Ramadhan.

Keistimewaan Puasa, mengantarkan orang-orang mencapai derajad istimewa.

Di dalam bukunya : Al Ibadah fi al Islam Yusuf Qardhawi menguraikan 5 rahasia puasa untuk mencapai derajad mutaqin.

1. Puasa dapat menguatkan jiwa / mental / ruhiyah; sesungguhnya puasa itu adalah perisai antara keimanan dan hawa nafsu (hadits); orang yg mampu mengelola hawa nafsu melebihi derajad malaikat; yang tidak mampu lebih rendah dari derajat syetan
2. Puasa dapat mendorong manusia menguatkan kemauannya; orang2 yg sabar adalah orang2 yg sukses. Ashaumu nisfu shabar – Puasa itu setengah dari sabar.
3. Puasa dapat menyehatkan orang-orang yang berpuasa; ... berpuasalah kalian maka kalian sehat.
4. Puasa dapat memberikan kesadaran akan nilai keimanan ... agar menghagai keimanan; betapa nikmat walau seteguk air sebiji kurma.
5. Puasa dapat mengajarkan kita untuk peduli kepada orang lain ...

Mari kita jalani puasa ini dengan upaya yang maksimal dan bersungguh-sungguh.

Wallahu’alam.

No comments: