Penceramah : Ustadz Muhtadi Abas MPd
Hidup ini penuh dengan masalah; demikianlah Allah Menguji Manusia Siapakah yang Baik Amalnya.
Allah Ta’ala berfirman,
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al Mulk: 2)
Ibnu Katsir mengatakan bahwa dari ayat ini menunjukkan kalau maut itu adalah sesuatu yang ada dan ia adalah makhluk. Maut adalah makhluk karena maut itu diciptakan. Tugas kita hanyalah mengimani maut dan hayat, walaupun keduanya tidak nampak bagi kita.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ujian bagi seseorang dapat diatasi dengan beribadah, utamanya dengan shalat, puasa, dan shadaqah.
1. Shalat sebagai solusi.
Minta tolonglah kamu kepada Allah dengan bersikap sabar dan mengerjakan shalat. Sesungguhnya shalat itu amat berat dirasakan, kecuali bagi orang-orang yang khusuk. Yaitu orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan mereka akan kembali kepada-Nya [Q.S Al-Baqarah 45-46]
2. Puasa sebagai solusi.
Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya) : “Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim” [Hadits Riwayat Bukhari 6/35, Muslim 1153 dari Abu Sa'id Al-Khudry, ini adalah lafadz Muslim. Sabda Rasulullah : "70 musim" yakni : perjalanan 70 tahun, demikian dikatakan dalam Fathul Bari 6/48].
3. Shadaqah sebagai solusi.
Dari Abu Huraira radhiyallahu `anhu , ia berkata : “Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang bersedekah dengan sebiji korma yang berasal dari usahanya yang halal lagi baik (Allah tidak menerima kecuali dari yang halal lagi baik), maka sesungguhnya Allah menerima sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya kemudian Allah menjaga dan memeliharnya untuk pemiliknya seperti seseorang di antara kalian yang menjaga dan memelihara anak kudanya. Hingga sedekah tersebut menjadi sebesar gunung.” Muttafaq ’alaih.
Wallahu’alam.
Sunday, August 14, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment