MASJID ASH-SHOFA

Masjid Ash-Shofa terletak di Perumahan Puri Anggrek Mas - DEPOK. Sebuah masjid kecil yang senantiasa belajar untuk memuliakan Allah Subhanahu-wa-ta'ala. Apabila Anda teringat dengan nama Masjid Kubah Emas, bukan bermaksud membandingkan fisiknya, inilah penanda yang paling gampang, bahwa letak masjid kecil ini sekitar 1 kilometer ke arah kota Depok dari masjid yang indah dan fenomenal itu.
Kontak e-mail: pengajian.puri@gmail.com

Friday, August 19, 2011

RANGKUMAN KULTUM TARAWIH, RABU 17 RAMADHAN 1432H

Judul : Shalat Khusyu’
Penceramah : Ustadz M. Yahya Adzikri, SE

“Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah shalat untuk mengingat aku”. [QS Thaaha: 14].

Tapi apa yang terjadi, kebanyakan ketika shalat ingatan kita ke mana2. Padahal shalat adalah untuk mengingat Allah; atau khusyu’.

Bagaimana caranya supaya shalat kita khusyu’; dari sebuah kajian shalat khusyu’, disebutkan ada 2 cara supaya shalat kita khusyu’.
1. Menikmati bacaan shalat; untuk dapat menikmati maka harus memahami dan mengerti apa yang kita baca. Dalam sebuah survey, 85% orang yang shalat tidak mengerti makna bacaan shalat; atau dengan kata lain tidak khusyu’.
2. Khusyu’ pikiran; untuk dapat khusyu’ pikiran harus dapat mengendalikan hati, caranya dengan selalu mengingat Allah SWT. Dalam shahîh Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Nabî SAW bersabda: "Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal darah, apabila dia baik maka baiklah seluruh tubuhnya, dan apabila dia rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu ialah hati." (Muttafaqun `Alaihi, dari Nu`man bin Basyîr). Juga dalam firman Allah berikut, "Dan, ingatlah Rabbmu jika kamu lupa." (QS. Al-Kahfi: 24)

Bagaimana jika kita lupa rakaat. Jangan sekali-sekali membatalkan shalat karena lupa rakaat. Ambil bilangan terkecil, misalnya lupa apakah sudah 2 rakaat atau 3 rakaat, maka ambil yang 2 rakaat, meskipun kenyataannya sudah 3 rakaat.

[Catatan tambahan: Secara Lughah khusyu’ berarti rendah diri atau mendekati rendah diri. Menurut pengertian ini khusyu’ itu terdapat pada suara, penglihatan, ketenangan dan kerendahdirian. Sedangkan pengertian khusyu’ menurut syara’ adalah rendah diri. Rendah diri ini kadang-kadang berada dalam hati dan kadang-kadang berasal dari anggota tubuh seperti diam. Adapun dalil yang menguatkan bahwa khusyu’ itu pekerjaan hati adalah hadis Ali ra “Khusyu’ itu berada dalam hati” hadis “Sekiranya sanubari hati orang ini khusyu niscaya anggota tubuhnya menjadi khusyu” dan hadis do’a mohon perlindungan “..dan aku mohon perlindungan kepada-Mu dari sanubari hati yang tidak khusyu.”

Apakah khusyu’ dalam salat itu wajib? Dalam masalah ini ulama berbeda pendapat. Menurut al-Ghozali khusyu’ itu wajib. Beliau menguraikan argumentasinya secara panjang lebar -untuk menguatkan pendapatnya- dalam kitab ‘Ihyaa’ Ulumuddin’. Akan tetapi menurut Jumhur Ulama’ khusyu’ itu tidak wajib. Bahkan Imam an-Nawawi mengklaim adanya Ijma’ yg tidak mewajibkan khusyu’; Wallahu’alam – red].

No comments: